Menunaikan ibadah umroh merupakan impian banyak umat Muslim, namun sebelum menapakkan kaki di Tanah Suci, terdapat sejumlah persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi secara saksama, salah satunya ialah vaksin polio. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara tegas menetapkan imunisasi ini sebagai regulasi wajib bagi para jemaah yang berasal dari negara dengan status risiko penularan polio yang cukup tinggi, termasuk bagi kita dari Indonesia.
Ini Vaksin yang Diwajibkan untuk Jemaah Haji dan Umroh
Sebelum jadwal keberangkatan tiba, pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengharuskan setiap jemaah dari berbagai penjuru dunia untuk menjalani vaksinasi tertentu. Langkah ini merupakan bentuk proteksi dan pencegahan terhadap risiko penyebaran penyakit menular di area suci. Khusus bagi para jemaah asal Indonesia, berikut adalah beberapa jenis vaksinasi yang masuk dalam daftar kewajiban:
1. Vaksin meningitis (Meningococcal ACWY) Tujuan utama pemberian vaksin ini adalah untuk menangkal risiko penyakit meningitis, yakni sebuah infeksi serius pada selaput otak serta sumsum tulang belakang yang penularannya sangat cepat melalui percikan cairan pernapasan. Sertifikat resmi vaksinasi meningitis ini wajib Anda tunjukkan saat proses administrasi keberangkatan dan pastikan masa berlakunya masih aktif dalam durasi 2 tahun terakhir.
2. Vaksin polio Mengingat Indonesia masih dikategorikan sebagai negara dengan potensi risiko transmisi virus polio, maka vaksinasi polio menjadi syarat mutlak bagi setiap jemaah haji maupun umroh. Imunisasi ini berperan krusial dalam melindungi sistem imun tubuh dari serangan virus polio berbahaya yang memiliki risiko menyebabkan kelumpuhan saraf secara permanen.
3. Vaksin influenza (flu) Walaupun statusnya tidak wajib secara hukum, namun vaksin flu sangat disarankan oleh tenaga medis untuk mencegah penularan flu selama beribadah di Tanah Suci. Hal ini mengingat kondisi di sana yang sangat padat oleh jemaah dari berbagai negara dengan latar belakang iklim yang berbeda-beda. Dengan melakukan rangkaian vaksinasi ini, jemaah bukan hanya melindungi kesehatan diri sendiri, namun juga ikut andil dalam memutus rantai penularan penyakit menular lintas negara.
Di Mana Vaksin Polio untuk Umroh?
Mendapatkan vaksin polio untuk kebutuhan perjalanan umroh kini bisa dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan resmi yang mengantongi izin sah untuk menyelenggarakan vaksinasi internasional. Berikut ini adalah beberapa opsi lokasi yang dapat Anda kunjungi untuk memenuhi persyaratan tersebut:
1. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) KKP merupakan instansi resmi di bawah naungan Kementerian Kesehatan yang memang ditunjuk sebagai pusat pemberian vaksinasi internasional, termasuk untuk layanan polio dan meningitis. Pasca mendapatkan suntikan, jemaah nantinya akan dibekali dengan International Certificate of Vaccination (ICV) atau yang sering dikenal sebagai buku kuning sebagai bukti otentik yang berlaku secara internasional.
2. Rumah Sakit dan Klinik yang Bekerja Sama dengan Kemenkes Saat ini, sejumlah rumah sakit besar dan klinik swasta terpilih juga sudah memiliki izin resmi untuk melayani pemberian vaksin polio bagi para calon jemaah umroh. Sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu guna memastikan apakah fasilitas kesehatan tujuan Anda sudah terdaftar secara resmi sebagai penyedia layanan vaksinasi internasional.
3. Layanan Vaksinasi di Halodoc Homecare Agar lebih efisien, kini layanan vaksinasi polio dapat Anda lakukan secara praktis melalui fasilitas kesehatan dari Halodoc Homecare. Anda bisa dengan mudah mengatur jadwal vaksinasi yang diinginkan tanpa harus merasakan lelahnya mengantre panjang di rumah sakit. Dokter serta tenaga medis profesional akan hadir langsung untuk memastikan proses vaksinasi berjalan aman sesuai dengan standar prosedur kesehatan yang berlaku.
Vaksin polio yang disediakan untuk jemaah umroh biasanya terdiri dari jenis vaksin oral (OPV) atau tipe injeksi (IPV), menyesuaikan dengan ketersediaan stok serta anjuran dari dokter. Pastikan Anda melakukan vaksinasi setidaknya 4 minggu sebelum hari keberangkatan supaya sertifikat Anda sudah aktif dan diakui sepenuhnya saat proses pemeriksaan administrasi di bandara.
Persiapan Vaksin Polio
Agar proses mendapatkan vaksin polio untuk keberangkatan umroh berjalan tanpa kendala, ada beberapa poin penting yang wajib Anda siapkan demi keamanan dan kelancaran administrasi Anda:
Pastikan kondisi fisik sedang prima. Jika Anda tengah mengalami demam atau ada gejala infeksi tertentu, ada baiknya menunda jadwal vaksinasi hingga tubuh benar-benar pulih kembali agar vaksin bisa bekerja secara optimal. Siapkan dokumen identitas diri dan paspor. Berkas ini sangat diperlukan untuk proses input data pada sertifikat vaksinasi internasional yang akan Anda bawa nantinya. Lakukan konsultasi dengan dokter ahli. Apabila Anda memiliki riwayat alergi yang berat, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, atau sedang dalam pengobatan rutin tertentu, sangat penting untuk berkonsultasi lebih dulu sebelum disuntik agar dokter dapat memberikan penilaian medis terkait keamanan pemberian vaksin tersebut. Cermati jadwal dan masa aktif vaksin. Umumnya, masa berlaku sertifikat vaksin polio ini bertahan selama kurun waktu 1 tahun. Pastikan durasi masa berlakunya mencakup seluruh rangkaian jadwal perjalanan ibadah umroh Anda hingga kembali ke tanah air.
Efek Samping yang Bisa Terjadi
Sama halnya dengan jenis imunisasi lainnya, vaksin polio tergolong sangat aman dan sangat jarang mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius. Namun demikian, sebagian kecil orang mungkin akan merasakan reaksi ringan yang bersifat sementara saja, antara lain:
- Timbul rasa nyeri, pegal, atau warna kemerahan di titik suntikan (khusus untuk metode injeksi).
- Terjadi gejala demam ringan sebagai respon imun tubuh.
- Muncul rasa lemas atau kelelahan selama kurang lebih 1 hingga 2 hari setelah proses pemberian vaksin.
- Adanya rasa mual atau perasaan kurang nyaman pada tubuh (terutama pada beberapa orang setelah menerima jenis vaksin oral).
Reaksi sampingan ini umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu singkat tanpa memerlukan tindakan pengobatan yang intensif. Namun, apabila keluhan dirasa tidak kunjung membaik atau justru muncul gejala alergi berat seperti kesulitan bernapas hingga pembengkakan pada area wajah, segera hubungi atau datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Referensi:
Kemkes, diakses pada 2025. Pemerintah Wajibkan Vaksinasi Polio Selain Meningitis untuk Jemaah dan Petugas Haji Tahun 2025M/1446H.
Ministry of Health Kingdom Saudi Arabia, diakses pada 2025. Health Requirements and Recommendations for Travelersto Saudi Arabia for Hajj – 1445H (2025)
Halodoc, diakses pada 2025. Di Mana Vaksin Polio untuk Umroh?

